Oleh : Andi Yahya
Bendum LSM KOHI, Tinggal di Kalimantan Timur
Fenomena
korupsi di negri ini seolah seperti arisan bagi pelaku politik, satu demi satu
secara bergiliran partai politik terjerumus dengan masalah korupsi, Ibarat permainan
bola semua partai politik pernah kebobolan dengan kasus korupsi, yang membuat
elektabilitas partai menurun derastis dimata rakyat, tanpa pandang bulu menimpa
semua partai baik Yang berlatar belakang
Agama maupun nasionalis. Kasus suap korupsi daging sapi menambah daftar partai
politik yang terjerumus dengan kasus korupsi, tak tangung-tangung kasus ini
melibatkan langsung orang nomor satu di partai ini Lutfi Hasan Ishak, Partai
yang memiliki selogan Bersih,Peduli, Profesional ini dianggap partai yang
paling bersih dan jauh dari kasus korupsi. Penetapan tersangka dan penangkapan
yang begitu cepat menimbulkan pertanyaan besar bagi publik dan kader PKS,
karena Banyak kejanggalan dalam proses penangkapan tersebut, Sehingga Anis
matta Peresiden baru PKS yang menggantikan LHI, dalam orasinya mengatakan ada
konspirasi besar yang ingin menghancurkan PKS di pemilu 2014.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu
partai yang konsisten dalam setiap pemilu dengan perolehan suara yang selalu
meningkat signifikan disetiap pemilu. “Semakin
tinggi pohon maka semakin kencang angin yang menerpanya” Begitulah
pribahasa yang pas menggambarkan PKS saat ini, kasus yang menimpanya saat ini
dianggap ujian dan upaya untuk menghancurkan partai ini di pemilu 2014. Proses hukum kasus ini telah berlangsung namun
kata konspirasi sudah disampaikan ke pulik, yang membuat publik bertanya-tanya
dan menanti aksi PKS untuk mengungkapkan apa yang di sampaikan bukanlah pepesan
kosong dan bisa dibuktikan secara ilmiah, atau hanya sebagai pengalihan isu
untuk memulihkan elektabilatas di mata publik.
Teori Konspirasi
Teori konspirasi adalah teori persekongkolan (dalam bahasa
Inggris, conspiracy theory)
adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu
atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah)
adalah suatu rahasia, dan
seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia
orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori
konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah
didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi
kejadian-kejadian politik. Teori konspirasi adalah teori yang sangat menarik
namun juga membosankan, menarik untuk diteliti dari berbagai aspek untuk
dibuktikan, namun juga membosankan karena teori ini tidak menuntut untuk
pembuktian secara ilmiah dan cenderung hanya menduga duga. Dalam menanggapi
kasus suap impor daging ini upaya penyelamatan dan mengembalikan kepercayaan
masyarakat memang hal utama, namun dengan dengan menyerukan adanya konspirasi
justru menjadi kontra produktif bagi banyak kalangan yang mengakibatkan citra
partai partai ini semakin turun dimata rakyat. Dan tugas berat bagi presiden baru PKS, Anis Matta, yang sudah
melakukan “pertobatan nasional”, konsolidasi partai, apakah mampu mencapai target Pemilu 2014, masih harus
ditunggu.
Tahun Introspeksi
Tahun 2013 adalah tahun peperangan, dan persaingan, semua partai
belomba meningkatkan perolehan suara dengan berbagai cara. Mengingat pemilu
2014 sudah didepan mata. Program program dan janji-janji program dan kampanye
dini sudah dilakukan. Namun masyarakat kita sudah mulai cerdas, melihat
berbagai kasus yang silih berganti menerpa partai politik membuat semangat
untuk berdemokrasi semakin menurun. Itulah yang seharusnya menjadi PR bagi
partai politik, dengan berbagai kasus yang menimpanya seharusnya menjadi
pelajaran dan bahan introspeksi, bukan mencoba menutupi, cuci tangan, atau
mengalihkan dengan isu lain. Masyarakat sudah tidak memandang partai politik
dalam pemilu, tapi mulai melihat tokoh yang dianggapnya mampu membawa
perubahan. Proses prekrutan dan penjaringan calon menjadi hal utama yang perlu
dibenahi dari partai politik, bukan hanya mengandalkan popularitas tapi juga
mencari sosok yang profesional, dan memiliki Integritas yang tinggi. Dalam hal
ini pengkaderan dan menbangun jiwa loyalitas anggota sangat penting. Melihat
fenomena berganti partai merupakan hal yang biasa dalam pemilu maupun pilkada.
Membuktikan bahwa partai hanyalah alat untuk mencapai kepentingan semata dan
figur yang dihasilkanya pun lebih mementingkan dirinya dibanding rakyat. Di
tahun 2013 inilah saatnya membenahi diri berintrospeksi baik dari pelaku
politik maupun partisipan politik, untuk mengembalikan arti dari demokrasi itu
sendiri,dari rakyat,oleh rakyat, dan untuk rakyat, sehingga pemili 2014
bukanlah hanya seremonial 5 tahunan yang tanpa makna.
http://kaltim.tribunnews.com/epaper/index.php?hal=6
0 komentar:
Post a Comment