.

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

This is default featured slide 1 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

Go-Blog title

Gerakan mempopulerkan Blog, Dengan Blog Kita Genggam Dunia

This is default featured slide 3 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 4 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

This is default featured slide 5 title

Easy to customize it, from your blogger dashboard, not needed to know the codes etc. Video tutorial is available, also a support forum which will help to install template correctly. By DeluxeTemplates.net

Monday, February 18, 2013

MENAGIH JANJI LAPINDO ALA SBY


Oleh : Andi Yahya
Bendahara umum Komunitas Hijau Lampung


Tragedi lumpur lapindo di sidoarjo tahun 2006 seolah menjadi sebuah tragedi yang tak kunjung henti, Lumpur yang terus meluap meskipun berbagai upaya penanggulangan pun sudah dilakukan. Seiring sejalan dengan luapan lumpur lapindo, kasus inipun meluap kembali kepermukaan setelah presiden SBY berkunjung ke sidoarjo Jawa timur, dalam pidatonya saat rapat kabinet SBY menyindir PT Minarak Lapindo Jaya mengenai tungakan hutang kepada rakyat Sidoarjo.  Perlu diketahui PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ) memang diwajibkan membayar ganti rugi terhadap korban lumpur Lapindo sebesar Rp.3,83 Triliun, Sejauh ini lapindo belum bisa membayar tungakan hutangnya secara penuh, lapindo sudah membayar Rp2,91 Triliun,artinya masih tersisa Rp918 miliar. 
Pernyataan SBY ibarat petir disiang bolong, tak ada angin tak ada badai, SBY berteriak “Sampaikan kepada Lapindo kalau janji ditepeti,jangan main-main dengan rakyat, kalau main-main dosanya dunia akhirat”. Pernyataan SBY ini terbilang aneh dan mengherankan banyak pihak. Pasalnya SBY yang sedang belepotan dengan menurunya popularitas Partai Demokrat, sampai harus turun gunung dalam upaya menyelamatkan partai ini merasa perlu untuk membuat pernyataan yang menghebohkan. Pernyataan ini mengundang respon berbagai kalangan yang bertanya-tanya, apa latar belakang SBY Menyerang keluarga Abi Rizal Bakri?. Banyak yang berpendapat serangan frontal yang dilakukan SBY adalah masalah perhitungan perhitungan waktu yang tinggal setahun lagi menuju Pemilihan Legeslatif dan Presiden RI di Pemilu 2014. Dimana hasil survey dari berbagai lembaga menempatkan partai Golkar melenggang diatas angin dengan 20 persen,  berbanding  terbalik dengan Partai Demokrat yang merosaot menjadi 8 Persen. Dalam hal ini banyak pengamat politik melihat seolah SBY menunjukan ke publik bahwasanya bukan hanya partai demokrat yang terbelit masalah, tetapi Partai lainpun juga memiliki masalah yang sama, seolah berbagi masalah dengan Partai lain lewat manuver politik yang dilakukanya. Dilihat dari cara SBY berkomunikasi ke publik, merupakan cara lama yang dimodifikasi menjadi seolah moden, yaitu cara yang digunakan untuk mempengaruhi masyarakat supaya antipati. Dari pidato yang disampaikan seolah SBY menunjukan kepada masyarakat tentang biadapnya Lapindo yang menelantarkan rakyat, dan tidak bertanggung jawab dengan tidak segera melunasi hutangnya. Serangan semacam ini dianggap akan kontra produktif dari berbagaqi kalangan, karena sindiran SBY menagih hutang lapindo merupakan tindakan Nekat dan merupakan pencitraan kuno, Untuk mengalihkan isu di rumah sendiri dengan melempar batu kerumah lain. Manuver serangan ini ditanggapi dingin oleh keluarga bakri, dan tidak menganggap ini serangan politik, justru berterimaksih kepada SBY karena sudah mengingatkan. Dalam dunia politik segala sesuatu bisa berubah secara sekejap, patut kita tunggu reaksi dari Keluarga Abu Rizal Bakri dan Partai Golkar, apakah bersikap Difens atau melakukan conter attack. Sekarang penilaian ada di mata rakyat, melihat dari isu yang ada masyarakat sudah mualai cerdas dalam mencerna isu, rakyat sudah bisa membedakan antara retorika yang disertai tindakan kongkrit, dan retorika yang hanya pepesan kosong. Sindiran Menaggih janji lapindo  bukan merupakan hal yang salah karena memperjuangkan hak rakyat, namun seharusnya juga diiringgi juga dengan tindakan kongkrit yang dilakukan. Jika hanya dengan himbauan, saran,dan sindiran maka permasalahan yang akan multi tafsir. dan masalah  ini hanya menjadi angin lewat yang pasti berlalu tanpa solusi. 

0 komentar:

Post a Comment