Oleh : Andi Yahya
Penulis dan Pengamat Sepak Bola
Kisruh sepak bola tanah air sudah memasuki babak baru,
Terbentuknya BTN (Badan Tim Nasional) yang di akomodir lagsung oleh Kemenpora,
untuk menyatukan pemain terbaik yang berlaga di ISL, maupun IPL dalam satu
wadah tim nasional.Hal ini membawa angin segar bagi pecinta sepak bola
nasional, Harapan bersatunya kembali petinggi Sepak bola Indonesia kembali
muncul. Perlu diketahui dua tahun blakangan ini sepak bola Indonesia semakin
terpuruk, kisruh yang berkepanjangan karena
kepentingan berbagai pihak yang tak mau mengalah, menambah keterpurukan
sepak bola Indonesia yang sudah dahaga akan prestasi, Acaman sanksi dari FIFA
pun seperti bom waktu yang bias meledak kapan saja, Masyarakat Indonesia sudah
mulai jengah dengan permasalahan ini, seolah kehilangan jiwa nasionalis, dan
antipati terhadap sepak bola nasional, sehingga pringkat tim nasional Indonesia
yang semakin hari semakin merosot.
Semangat
nasionalis yang tinggi saat mendukung tim merah putih ketika berlaga sudah
mulai luntur, menjadi antipati dan pesimis terhadap sepak bola nasional. Karena
srentetan hasil buruk yang dialami tim garuda. Banyak pengamat berpendapat
keterpurukan tim nasional dikarenakan timnas saat ini tidak diperkuat
pemain-pemain terbaiknya karena dualisme kompetisi dan keegoisan masing-masing
Club yang tidak mengizinkan pemainya bersragam timnas.
Rasa egois itu
mulai luntur setelah rapat komite eksekutif (Exco) di kantor PSSI, Senayan, Jakarta. Rapat itu
diharapkan bisa menyelamatkan sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi FIFA,
mengingat badan sepak bola tertinggi di dunia itu memberi tegang waktu kepada
PSSI sampai tanggal 30 Maret 2013. Hasil rapat exco PSSI yang dihadiri La
Nyalla, Tony Aprilani, Roberto Row, Erwin Dwi Budiawan, menelurkan sejumlah
poin diantaranya pelaksanaan kongres, menyetujui pembentukan BTN, dan
pemecatan Halim Mahfudz dan digantikan Hadiyandra sebagai sekjen PSSI.
Kembalinya anggota Exco PSSI ini diharapkan menjadi titik balik pembenahan
sepak bola Indonesia
yang masih banyak PR besar kedepan.
Pembenahan Kompetisi
Pembenahan sistem
Kompetisi menjadi perhatian utama dalam kongres PSSI yang akan diadakan tanggal
17 Maret 2013, sistem kompetisi yang caru-marut juga berefek pada prestasi
Timnasional,. Kita patut belajar dari RFEF atau PSSI-nya
Spanyol, yang memiliki sistem managemen kompetisi yang baik dari berbagai
tingkatan dan pembinaan pemain dari usia
dini, dari hasil pengelolaan yang bagus dan professional inilah banyak memberi
penggaruh terhadap prestasi Spanyol baik dilevel club maupun timnasnya. Kita
ketahui bersama di Indonesia
saat ini memiliki dua kompetisi yang bergulir masing masing dalam dua naungan
yang berbeda, upaya penyatuan merupakan solusi yang tepat untuk membentuk
sebuah kompetisi yang tertata dan dikelola dalam satu wadah. Selain penyatuan kompetisi, Untuk mewujudkan sebuah
kompetisi yang professional adalah. Pembenahan
Sistem keuangan klub yang mandiri, pengelolaan usaha club dan sponsor
sebagai pemasukan klub peserta kompetisi, mengingat klub peserta kompetisi
harus terbebas dari dana APBD. Maka kemandirian club menjadi hal utama agar
kasus tungakan gaji pemain yang belum
dibayar dapat diminimalisir kedepanya.
Pembinaan Pemain Muda
Regenerasi adalah hal utama untuk menciptakan
pemain-pemain berbakat, karena merekalah yang akan melanjutkan estafet
perjuangan timnas merah putih di dunia Internasional kedepan, Pembinaan pemain
yang baik adalah, pembinaan dari klub liga dari jenjang kompetisi berbagai usia,
sehingga dengan ajang kompetisi yang bergulir dari berbagai usia akan dapat
terlihat potensi-potensi pemain muda. Kita banyak melihat pemain-pemain bintang
didunia tidak lahir secara instant, tetapi lewat sebuah pembinaan yang
dilakukan oleh klub sampai pemain menembus sekuad utama, yang kita lihat di
Indonesia selama ini tidak seperti itu
tapi mengumpulkan beberapa pemain untuk ikut training diluar negri seperti
Uruguay dan belanda, hal itu menjadi Mubazir karena karena outputnya tidak menjamin kualitasnya. Semoga Kongres
PSSI nanti menjadi titik awal dari bersatunya sepak bola Indonesia, dan pembenahan dari
berbagai sektor untuk kemajuan sepak bola nasional. dan kedepanya tidak adalagi
perpecahan didalam tubuh spakbola Indonesia,
sehingga timnas Indonesia
dapat berprestasi kedepan
0 komentar:
Post a Comment