Usia sebelas tahun adalah masa-masa transisi
menuju masa remaja, dalam usia manusia usia sebelas tahun belum menggambarkan
sikap kedewasaan seseorang, namun untuk sebuah daerah masa inilah masa-masa
awal menuju gerbang kemandirian. Penajam Paser Utara merupakan salah satu kabupaten
termuda diprovinsi Kalimantan Timur dengan Ibukota di penajam, Daerah Penajam
Paser Utara secara formal awalnya masuk dalam wilayah Kabupaten
Paser, namun atas inisiatif dan prakarsa sejumlah masyarakat yang
akhirnya menguat menjadi sebuah tim yang bernama Tim Sukses Wilayah Utara
Menuju Kabupaten yang menginginkan agar masyarakat di empat wilayah
kecamatan yang ada di wilayah ini dapat hidup lebih aman, makmur dan sejahtera
lahir bathin, akhirnya tim ini mendesak pada Pemerintah pusat dan DPR-RI untuk
menetapkan daerah ini menjadi sebuah kabupaten
baru di Kalimantan Timur dan terpisah dari kabupaten induk.
Kabupaten Penajam
Paser Utara terbentuk pada tahun 2002 berdasarkan
Undang-undang Nomor 7 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Penajam Paser
Utara di Provinsi Kalimantan Timura. Setelah terbentuknya Kabupaten
Penajam Paser Utara, atau yang biasa disingkat Kab PPU telah mengalami berbagai
perkembangan di berbagai sektor sebagai kabupaten dengan bentangan pantai yang
luas dengan potensi laut yang banyak, memberikan hasil laut yang berlimpah yang
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selain itu sebagai Daerah yang memiliki
batas daerah paling dekat dengan Kota Balik Papan yang dibatasi dengan teluk, PPU
Menjadi Pintu Gerbang lalu lintas bagi kabupaten kota disekitarnya. Selain itu
PPU juga memiliki kekayaan alam yang berlimpah baik dari hasil tambang
pertanian maupun pariwisata. Dengan berbagai keunggulan tersebut semakin memberikan arti bagi masyarakatnya PPU untuk
menatap masa depan dalam meningkatkan kesejahteraan seperti yang didambakan
sejak awal pembentukan daerah ini menjadi lebih baik.
Gerbang Madani
Untuk menuju daerah yang madani, maka perlu terciptanya
kondisi masyarakat yang madani, Masyarakat yang madani atau Civil Society adalah masyarakat yang
beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Terciptanya masyarakat yang
madani merupakan impian semua daerah dan Negara, dimana terciptanya suasana
yang sinergis antara pembangunan dan kearifan
suatu masarakat yang saling mendukung. Sebuah pembangunan yang semakin
maju akan seiring sejalan dengan pola fakir masarakat yang semakin maju maka
akan terciptanya kondisi masarakat yang produktif dan klompok-klompok social
yang mandiri. Sehingga masyarakat ikut adil dalam sebuah proses perkembangan
suatu daerah. Istilah masyaakat madani itu sebenarnya merujuk pada masyarakat
yang pernah dibangun nabi Muhammad di negeri Madinah. Sebelumnya, apa yang dikenal
sebagai kota
madinah itu adalah daerah yang bernama Yatsrib. Nabi-lah yang kemudian mengubah
namanya menjadi Madinah, setelah hijrah ke kota itu. Perubahan nama Yatsrib menjadi
Madinah pada hakikatnya adalah sebuah proklamasi untuk mendirikan dan membangun
masyarakat berperadaban di kota
itu. Dasar-dasar masyarakat madani inilah, yang tertuang dalam sebuah dokumen
“Piagam Madinah” yang didalamnya menyangkut antara lain wawasan kebebasan,
terutama di bidang agama dan ekonomi, tanggung jawab social dan politik, serta
pertahanan, secara bersama. Di kota
Madinah-lah, Nabi membangun masyarakat berperadaban berlandaskan ajaran Islam,
kondisi masarakat yang tercatat dalam sejarah dan dikenang sepanjang zaman,
dimana masarakat hidup rukun berdampingan tanpa ada diskriminatif dan
kesenjangan sosial antara kaum muhajirin, dan anshor. Kondisi masayarakat yang
seperti itulah yang diharapkan semua masyarakat untuk menciptakan pembangunan
yang berpihak kepada rakyat. Semoga di hari ulang tahun yang ke 11 ini kab PPU.
Semakin mandiri untuk melanjutkan pembangunan menuju sebuah daerah yang
berperadaban seperti yang kita harapkan.
0 komentar:
Post a Comment